Sabtu, Juli 11, 2009

KEYLA MERENTAS MIMPI DAN HARAPAN DI ALBUM KEDUA

KEYLA diambil dari bahasa gaelic Irlandia yg berarti “harapan”. “Kami menemukan kata ini dari buku, karena artinya bagus, kami jadikan sebagai nama band,” ungkap Owie, gitaris dari band asal Bandung yang terbentuk Februari 2007.

Sesuai artinya, KEYLA yang terdiri dari Owie (gitar), Ipank (bass), Bene (drum), Ipuey (keyboard), dan Ray (vokal), lantas merentas asa di album kedua yang baru mereka rilis. Di album kedua bertajuk 'GAPAI MIMPI' yang rilis medio Juli ini, KEYLA menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda dari album sebelumnya.

Kenapa album kedua ini menjadi berbeda dengan album perdana?
Sedikit mengulas album pertama 'TEMPAT BERBEDA' (2008). Debut album ini cukup diterima pencinta musik tanah air. Buktinya KEYLA sempat melempar tiga single-hits masing-masing “Sadari Hati”, kemudian menyusul single kedua “Tempat Berbeda” dan single ketiga “Tak Mampu Setia”.

Di album keduanya KEYLA melakukan pergantian formasi di sektor vital, vokalis. Sektor ini menjadi sangat penting karena punya andil besar dalam memberi warna pada band. Walau tetap mengusung warna musik yang sama yaitu perpaduan era 80-an dengan musik modern, namun Ray sebagai vokalis baru ternyata bisa menerjemahkan dengan baik konsep pop-rock modern yang dianut KEYLA di album pertama. Sektor lain yang tidak kalah penting adalah penambahan pemain keyboard. Alhasil pergantian vokalis dan penambahan keyboard jelas memberi nuansa perubahan dibanding album perdana.

Selain pergantian dan penambahan personil, materi lagu KEYLA dalam album kedua juga terasa lebih matang dan fresh.
“Mungkin seiring pengalaman yang bertambah, kami menjadi semakin matang dan dewasa dalam penampilan serta wawasan. Itu pastinya mempengaruh proses karya kami,” jelas Ipank.

Dari sisi musikalitas, album kedua ini menawarkan sudut pandang yg berbeda dari album perdana. “Bahkan lirik-lirik sengaja kami ambil lebih spesifik dengan menggali persoalan cinta dari sisi hati laki-laki. Kisahnya memang kebanyakan tentang cinta. Resikonya lagu-lagu kami terkesan agak cengeng. Namun kami menutupinya dengan memberi solusi yang lebih tegas dalam lirik,” jabar Owie, yang kebetulan berperan banyak dalam pembuatan lirik.

Single perdana dari album kedua mereka yg berjudul “Terlalu Cepat Mencintaimu” menjabarkan bagaimana musik KEYLA sekarang. Tembang ini bercerita tentang seorang cowok yang terjebak dalam dilema dengan perasaan cintanya sendiri, dimana dia harus mencintai seseorang padahal sebenarnya dia belum benar-benar mencintai ceweknya. Ray cukup punya karakter yang kuat dalam menginterpretasikan perasaan itu kedalam lirik-lirik lagu.
“Berbekal karakter yang kuat inilah, KEYLA berupaya untuk lebih bisa menembus persaingan ketat di industri musik Indonesia,”ungkap Ipuey dengan tegas.

Video klip untuk lagu “Terlalu Cepat Mencintaimu” sudah dibuat dengan disutradarai oleh Aditya Zen. tema klip lebih menggambarkan lirik demi lirik dari lagu itu sendiri. Cewek dalam klip diperankan oleh seorang model bernama Charyna. KEYLA memilih daerah Mongkook, Hongkong sebagai lokasi pengambilan gambar videoklip ini.

Proses produksi 'GAPAI MIMPI' mendapat dukungan dari musisi bergaransi yang sudah terbukti handal sebagai produser serta music director seperti Noey ‘Java Jive’ dan Mplay. Kehadiran dua senior ini lantas berperan sebagai penyeimbang antara komersialisme pasar dengan idealisme musik KEYLA.

Proses rekaman yang dilakukan di dua lokasi studio di Bandung yaitu Studio 42 dan Qubu Studio, menghasilkan beberapa karya yang dianggap cukup kuat mewakili karakter baru KEYLA. Selain first-single “Terlalu Cepat Mencintaimu”, juga ada “Selalu Menjagamu”,“Ego”,serta “Hingga”.

Karya bagus, tekad bulat, kedewasaan, dan harapan niscaya merupakan perpaduan yang menghasilkan racikan menu ciamik yang pastinya enak untuk dinikmati. KEYLA yakin bisa menorehkan nama mereka sebagai salah satu band yang berhasil memberi kontribusi dalam dunia musik tanah air.
“KEYLA berharap lagu-lagu kami bisa diterima dan dinikmati pecinta musik di Indonesia. Perubahan konsep musik dan masuknya personil baru adalah beberapa upaya kami untuk mendapat perhatian para pecinta musik Indonesia,” asa Bene ini menjadi pembukti kalau KEYLA memang berusaha keras hadir di dunia musik Indonesia, tak hanya numpang lewat. ***

Kamis, Juli 09, 2009

BINTANG5 TAWARKAN NUANSA RETRO

Press Release

BERANDAI-andai. Adalah satu karunia Tuhan dalam bentuk imajinasi pikiran yang menjadikan tiap insan manusia bisa menerwang jauh ke langit, menerobos dimensi ruang dan waktu, menerjang segala keterbatasan hingga kadang batasan-batasan dogma pun mampu dilangkahinya guna memenuhi hasrat sang pengandai. Namun demikian, dari lamunan sesaat inilah segala reka cipta dan bentuk berkesenian tinggi yang ada di bumi bisa terwujudkan.

Tidak sedikit grup-grup band penguasa pasar musik, adalah implementasi dari berandai-andai para personilnya yang ingin menjadi musisi terkenal. Dan tidak salah juga jika seorang pemain drum bernama Panca membayangkan suatu saat memiliki band dan bisa merilis karya. Rupanya, berkat kerja keras dan komitmen, impian itu segera terlaksana. Pada 31 Oktober 2008, bertempat disebuah cafe di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Panca bersama kolega-koleganya, Nanto [gitar], Ryo Antonio [bass], dan Iantugie [keyboard], mereka sepakat mendirikan band dan diberi nama Bintang5. Padahal saat itu mereka belum memiliki vokalis. Namun jodoh segera mempertemukan mereka dengan Yusuf, yang karakter vokalnya ternyata sangat diinginkan Panca dkk.

“Kami sebelumnya pernah punya band sendiri-sendiri yang memainkan bermacam genre musik dan secara jam terbang boleh dibilang cukup memadai. Sehingga saat bergabung pun orientasi kami langsung menuju rekaman, bukan lagi mengejar latihan dan isian acara-acara di panggung. Nama Bintang5 kami pilih juga sebagai perlambang keberadaan kita berjumlah lima ini yang ingin ikut menghiasi bantika musik di tanah air, syukur-syukur bisa di tingkat regional bahkan internasional,” ujar Panca dengan mantap.

Karena kesiapan yang memadai baik pada penguasaan tehnik dan alat musik serta materi album, perjalanan menuju dapur rekaman terasa cukup singkat. Dalam hitungan triwulan, di studio Kantong milik drummer beken, Gilang Ramadhan, Bintang5 akhirnya menuntaskan pekerjaan besarnya. Jalan mulus pun kembali diperoleh saat SMM Record bersedia menaungi dan merilis serta mendistribusikan karya-karya band dari Jakarta ini.


Setelah melewati masa persiapan yang juga tergolong cepat, di medio 2009 ini karya perdana Bintang5 sebuah album bertajuk 'Andai Saja' bisa dinikmati masyarakat pencinta musik. Menyuguhkan segenap sajian musik pop yang bernuansa sedikit retro, Bintang5 berusaha memberikan karya-karya melodius berbau lawas yang begitu apik dan dikemas dalam pop kekinian yang tentu saja easy listening. Unsur-unsur pemanja kuping segera terdeteksi saat single “Andai Saja” diperdengarkan.

Nomor bertempo medium ini membungkus lirik bercerita tentang cinta sejati seorang lelaki yang dinodai oleh kepergian pasangannya. Karakter sang vokalis yang mampu berwarna 70an pun, menjadi pemanis dalam tembang iris nadi berjudul “Katakanlah”. Nuansa beat-beat disko era 80an yang legendaris juga bisa disimak jejaknya pada nomor seru berjudul “Ratuku”. Satu lagu yang patut juga disimak adalah nomor beraksen rock 70an “Putri Malang” yang diciptakan oleh sang produser.

Rajutan pengandaian para personil Bintang5 sepertinya hampir memasuki tahap perwujudan. Dan lewat penikmat musik di nusantara lah 'benang terakhir' rajutan mimpi itu terangkai. (bel)

Rabu, Juli 01, 2009

PERJALANAN PROMO THE FAMOUS KE MANADO


Setelah rilis album, interview di media nasional, tampil di acara TV Playlist dan Inbox SCTV, The Famous kemudian kembali ke kampung halamannya. Bukan untuk liburan! Tanggal 27 Juni sampai 3 Juli 2009 mereka pulang ke Manado dalam rangka promo di depan orang Kawanua, tempat dari mana mereka berasal.

Jadwal promo ke Manado ternyata lumayan padat. Hari Sabtu (27/6) jam 808.30 pagi Gino (vokal), Ain (gitar), Encis (bass), dan Benny (drum) sudah stand-by di Radio Memora untuk sessi interview dan memainkan beberapa lagu dalam format akustik. Mereka ditemani Gio Guidi, sound-engeneer sekaligus keyboard additional player, serta tim management.

Sebagai band yang berasal dari Manado, ternyata The Famous mendapat sambutan hangat dari kawula muda Memora. Buktinya saat interview berlangsung, banyak telpon dan sms yang masuk sekadar berinteraksi dengan The Famous. Di Memora mereka sempat menyanyikan beberapa lagu seperti “Hukuman Cinta”, “Rasa Cinta”, dan sudah tentu hit-single “Tak Mampu Aku”.

Kelar dari Memora, rombongan meluncur ke daerah Wakeke. Apalagi kalau bukan urusan perut. Ya, Wakeke dikenal sebagai tempat wisata kuliner di Kota Manado. Setiap pagi sampai siang daerah itu padat dikunjungi orang dari segala lapisan. Disana tersedia Tinutuan (bubur manado), mie cakalang, perkedel nike, cakalang goreng dll. “Ini sadap samua kwa,” komen Gino dalam bahasa Manado. Yang lucu adalag Gio, bule asli Italia ini cukup antusias menikmati berbagai sambel Manado yang terkenal pedas.

Sebelum sound-check, The Famous sempat melakukan latihan di sebuah studio di daerah Malalayang. Sore hari jam 16.00 wita Gino dkk melakukan sound-check untuk persiapan penampilan nanti malam. Jam 20.00 The Famous akan tampil menjadi pembuka untuk konser band Wali, yang lagi populer lewat tembang “Cari Jodoh”. Sebelum sound-check The Famous sempat diinterview oleh infotaiment Tv lokal.

Tiba penampilan sebagai pembuka Wali. Di depan ribuan masayarakat Manado yng terlihat antusian menantikan penampilan perdana band kebanggan Manado, langsung dihadapan mereka. Sebagai lagu pembuka Gino cs menyanyikan lagu “Bila” dari The Titans. Lagu ini ternyata cukup memanaskan suasana venue yang terletak di halaman belakang pertokoan Megamall Manado. The Famous menyanyikan tujuh lagu. Pastinya termasuk lagu “Tak Mampu Aku” yang memang cukup dikenal karena seringnya diputar oleh radio-radio lokal.

Hari Minggu (28/6) tak ada kegiatan. Ini dimanfaatkan oleh The Famous untuk mengunjungi keluarga, serta berwisata kuliner ke daerah Tondano. Yang dituju adalah makan sate kelombik (semacam kerang air tawar) di daerah yang dikenal dengan nama Boulevard Tondano. Lepas makan sate kelombik, mie cakalang dan milu (jagung) bakar, acara berkanjut menuju Kawangkoan untuk menikmati biapong.

Senin (29/6), kegiatan The Famous cukup padat. Dimulai jam 10.00 dengan mengunjungi kantor redaksi Manado Post di daerah Rike. Disana mereka melakukan interview serta pemotretan. Selesai dari kantor koran Jawa Pos Group itu, The Famous meluncur ke Pasific Tv di daerah Winagun. Di stasiun Tv lokal ini The Famous akan mengadakan talk-show dan perform selama dua jam dari jam 14.00 sampai jam 16.00 dan disiarkan secara langsung. Di Pasific TV The Famous tampil membawakan dua lagu “Hukuman Cinta” dan “Tak Mampu Aku”. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemutaran premiere video-klip “Hukuman Cinta”. Videoklip ini belum pernah diputar di Tv manapun sebelumnya. Acara live bertajuk Pasfic Music Gress ini rupanya diminati oleh anak muda Manado. Buktinya banyak telpon interaksi yang masuk selama sessi interview.

selepas dari Pasific TV, rombongan langsung meluncur ke Mantos (Manado Town Square). Disana The Famous tampil sebagai bintang tamu untuk acara A Mild Sound Your Talent yang dilaksakan oleh Radio Memora. Acara ini cukup mendapat perhatian kawula muda Manado karena merupakan ajang unjuk diri band-band indie lokal. Terdiri dari dua panggung, yaitu diparkiran dan dibelakang Mantos. The Famous kebagian tampil jam 18.00. Gino dkk menyanyikan empat lagu masing-masing “Menyesal”, “Selamanya”, Hukuman Cinta”, dan “Tak mampu Aku”.


Promo The Famous masih berlanjut hari Kamis (2/7) dengan live interview di Radio Trendy FM Airmadidi. Jadwal promo yang padat cukup melelahkan namun wajah-wajah gembira tersirat di wajah Gino, Ain, Encis, dan Benny. Mereka telah menunaikan promo album “Perjalanan Cinta” di depan masyarakat Manado, dimana tempat band ini berasal. The Famous merupakan band asli Manado pertama yang bisa menembus blantika musik nasional dengan merilis album serta tampil di TV nasional.

“Gue support banget! Apalagi ini band yang memang datang dari daerah asal gue. sudah saatnya Manado punya band yang bisa menembus blantika musik nasional,” kata Enda Ungu beberapa waktu lalu ketika sedang memberi wejangan kepada The Famous di base-camp Ungu di daerah Tebet. Enda pun sudah menjanjikan untuk menjadi music director untuk album kedua The Famous nanti.

Selasa, Juni 23, 2009

TUNGGU KEJUTAN BARU DARI OPPIE ANDARESTA


Kebahagiaan sedang merundung Oppie Andaresta. Pasalnya, lagu “Single Happy” sebagai pertanda kembalinya Oppie ke dunia tarik suara setelah vakum sekian lama, ternyata mendapat sambutan hangat pencinta musik tanah air. “Bahagia karena lagu dan musik gue ternyata masih diterima,” kata Oppie. Kebahagiaan seorang penyanyi adalah ketika karyanya bisa diterima oleh pendengar dengan apresiasi yang baik.

Lagu “Single Happy” memang merupakan 'comeback' yang menggembirakan. Lagu ini bahkan menjadi semacam jati diri kaum perempuan, lagu yang 'gue banget!' buat kebanyakan perempuan. Apalagi perempuan urban yang terkungkung kesibukan sebuah kota besar.
“Padahal lagu itu tidak spesifik lagu perempuan, karena kaum laki-laki juga terwakili. Namun semangat 'single' dalam lirik lagu itu memang sangat mencerminkan kejadian sehari-hari yang dialami oleh begitu banyak perempuan single,” ungkap Oppie.

Lewat lagu itu Oppie kemudian kian dianggap sebagai 'pahlawan pembela harkat perempuan'. Tak salah, karena sebelum lagu “Single Happy” Oppie memang sudah lekat sebagai perempuan mandiri yang slenge'an namun bersuara lantang lewat lirik-lirik penuh pesan, yang hebatnya, bukan pesan-pesan menggurui. Bukan pula sekadar pesan himbauan. Lirik-lirik Oppie lebih terasa sebagai ungkapan perasaan yang apa adanya dari seorang wanita sederhana yang punya sudut pandang pengungkapan yang cenderung 'semau gue' lewat lirik-lirik lagu berbobot diiringi paduan notasi yang menggelitik dan berkarakter. Dan formula seperti ini sangat mengena untuk kebanyakan orang karena mengungkapkan kejadian sehari-hari, disekitar kita.

Kesuksesan “Singe Happy” lantas menjadi semacam 'dopping' buat Oppie dalam berkarya. semangatnya terpacu untuk mencipta kemudian menggagas sesuatu yang baru. Imajinasinyapun melayang membayangkan hal-hal baru apa yang harus dibuat. Alhasil, dalam waktu dekat Oppie Andaresta akan merilis album yang akan didahului oleh sebuah lagu single yang komposisi dan aransemennya sangat berbeda dari lagu-lagu Oppie sebelumnya.

“Single yang akan gue rilis dalam waktu dekat ini sangat berbeda dengan lagu-lagu gue sebelumnya. Kalian bakal menemukan Oppie yang lain,” bocor Oppie. Masih menurut Oppie, pertama, lagu barunya bakalan bertema cinta, tema lirik yang sebelumnya jarang dieksplor oleh seorang Oppie Andaresta. Kedua, lagunya bakal berformat band dengan komposisi aransemen musik rock. Lagu baru ini bakalan dirilis awal bulan Juli.

Tak cuma lagu yang beda, penampilan Oppie juga terlihat rada berbeda dengan memotong rambutnya yang biasanya dibiarkan panjang tergerai. “Biar lebih fresh,” kata Oppie. So, tunggu kejutan baru dari Oppie Andaresta.

Jumat, Juni 05, 2009

THE FAMOUS JAJAL PERUNTUNGAN


(Harian Warta Kota, Jumat, 5 Juni 2009)
Kota Jakarta kedatangan tamu dari Manado. Mereka adalah empat cowok yang tergabung dalam group band The Famous, terdiri dari Regino Ivander Sompotan atau Gino (vokal), Bryand Takaleluman atau Ain (gitar), Feancis Mandey atau Encis (bas), dan Benny Anthony (drum).

The Famous yang memang sudah tenar di kampung halamannya mencoba untuk menaklukkan kota Jakarta. The Famous mengawali langkah di jakarta dengan merilis albumnya yang bertajuk 'Perjalanan Cinta'.
“Kita band asli Manado pertama yang merilis album secara nasional, dan pertama tembus ke Jakarta. Ini kareana kesempatan datang kepada kita,” demikian klaim Gino saat ditemui warta Kota pekan lalu di sela-sela syuting program musik Playlist, di Studio Penta, Kebonjeruk. Gino pun rela meninggalkan sementara kuliahnya di Universitas Klabat.

Bahkan pilihan mereka untuk bertarung di Jakarta mendapat cobaan. Seorang personil mereka, Rommy Mandey, harus hengkang, karena tak mendapat restu keluarga. Akhirnya keyboard dipegang additional player, Gio Guidi. Gio adalah technical advisor asal Italia dan mantan sound engeneer band The Titans.

Mengapa mereka demikian ngotot merilis albumnya secara nasiona, padahal sudah sangat banyak band di industri musik Indonesia?
“Karena main band ini sudah jadi jiwa, impian, dan obsesi kita,” ucap Encis.

Ain yang sebelum ini adalah asisten Enda “Ungu” menimpali, “Kita pengen karya kita jadi yang terbaik dan dikenal banyak orang.” (yus/Warta Kota)

Selasa, Juni 02, 2009

THE TITANS Tour Jawa Timur (1-6 Juni 2009)


Lama tak kedengaran ternyata The Titans sibuk menjalani tour keluar kota. Setelah merambah Sumatra di akhir Mei, kini Rizki cs menyambangi Jawa Timur.
“Ini kali kesekian kita mengunjungi Jawa Timur,” kata Rizki. “Kalo album pertama dulu kita sempat jalan keliling 15 kota, makanya kami tau kalau Titianum didaerah ini cukup banyak,” tambahnya.

Dalam tour yang bertajuk 'Tali Jagat Music Road Show' kali ini The Titans akan tampil di lima tempat yaitu Banyuwangi, Probolinggo, Jember, dan di Malang 2 tempat.

“Kita sudah menyiapkan pertunjukan yang pasti menyenangkan, sekaligus memperkenalkan single ke-3 kita 'Dapatkah Waktu'. Mudah-mudahan pada suka,” bilang Andika. “Kalau dulu kan kita tour cuma bermodal 1 album. Kali The Titans datang dengan amunisi 2 album jadi pastinya lebih variatif,” tambah keyboardist mantan Peterpan ini.

Oya, ketika ditanya soal kabar burung akan terlaksananya tour bersama The Titans dan Peterpan, Andika menanggapinya dengan diplomatis. Tidak membenarkan tapi tidak juga menyangkal. “Kita liat aja nanti!”.

Apakah pertanda Andika dan Indra bakal sepanggung lagi dengan Ariel cs? Apakah konser akbar The Titans dan Peterpan akan terlaksana? Seperti jawaban Andika, kita liat saja nanti.

Jadwal tour 'Tali Jagat Music Road Show with The Titans'
2 Juni – Taman Blambangan, Banyuwangi
3 Juni – Lapangan Kanjuruhan, Malang
4 Juni – Alun Alun Probolinggo
5 Juni – Lapangan Sukorejo Jember
6 Juni – Taman Krida Budaya, Malang

Jumat, Mei 15, 2009

RONALD SURAPRADJA, SEKALI KERITING TETAP KERITING


"Sekali keriting tetap keriting coy....," begitu teriak Ronald Surapradja. Emosional memang, tapi itulah ekspresi cowok pelantun lagu-lagu disko ini ketika merubah tatanan rambutnya kembali seperti sedia kala. "Hoki gue kayaknya ada di rambut keriting," katanya.

Ronald kemudian bercerita bahwa dulu dia rela merubah dandanan dari rambut keriting yang sudah jadi trade-marknya kemudian beralih ke rambut lurus bersasak, semua itu demi membangun image baru sebagai penyanyi lagu-lagu disko tahun 80-an.
"Tapi ternyata peruntungan gue gak ada di rambut lurus," ungkap Ronald. Album debutnya "Ronaldisko" ternyata tak direspon bagus oleh pasar walau tiga single yang dilempar sempet menjadi primadona radio-radio tanah air.

Sekadar mengingat, album "Ronaldisko" yang rilis setahun silam berhasil melepas 3 single masing-masing "Maya", "Rindu Rindu", dan "Penakluk Wanita".

Kekecewaan Ronald atas album debutnya tak membuat bintang Extravaganza ini ciut nyali sebagai penyanyi. Dia bahkan kembali masuk studio mempersiapkan album kedua.
"Konsep album kedua gue bakal gila. Lagu-lagunya bertolak belakang dengan album pertama. Image gue akan lebih gila lagi dan total berubah," ungkapnya seusai make-over tatanan rambut kembali ke keriting.

"Sekarang gue kembali keriting lagi tapi dengan style yang agak beda. Gak keriting bulet lagi kayak dulu ketika gue jadi trend-setter untuk sesama artis ibukota seperti Giring Nidji dan Bang Haji Rhoma Irama hehehehe," kata Ronald, ngocol.

So, kita tunggu aja akan seperti apa Ronald Surapradja dialbum keduanya. Sekali keriting tetap keriting. (opa)